Service Aja Lampu Bekasmu, Bersama SAHAM (Sahabat HAMSASMI)

HAMSASMI.ID-Jangan buru-buru membuang lampu yang telah putus,  Di tangan ahlinya beberapa tangan terampil di Jakarta Timur, lampu mati pun dapat diservis, dan menyala seperti semula. Usaha bisnis ini dapat diberikan kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan teryutama klien menengah ke bawah.

Tepatnya di kecamatan Cakung, Pulogadung dan Matraman dibuka bengkel pelatihan service  lampu. Lusinan lampu mati dengan berbagai ukuran watt dan merek bersama tumpukan perkakas dan peralatan bengkel, SIAP di reparasi atau di service sehingga dapat menyala  kembali.

Apa menariknya dari bengkel lampu? Begitu pertanyaan orang awam yang biasanya hanya tinggal menyalakan lampu, dan mengganti lampu bila telah putus. Sebutlah kalangan ini sebagai pengguna pasif. Person-person yang tidak tahu seluk beluk perlampuan. Bahkan mereka berpikir, lampu adalah pekerjaan para tukang.

Pelatihan Service Lampu SAHABAT HAMSASMI

Sementara bagi sebagian orang yang mengerti kerumahtanggaan, yang biasa berbenah rumah, dan mengganti lampu yang putus, bisa jadi ia terheran-heran dengan bisnis bengkel lampu. Apa iya, mereka dapat bertahan dan menghidupi keluarga? Belum lagi soal harganya. Ada lampu yang harganya mahal dengan kualitas prima. Namun ada juga lampu keluaran Cina yang super murah harganya, dan ketika mati, tinggal membeli yang baru. Lantas buat apa lampu diservis? Berapa pula keuntungan yang didapat dari setiap jasa bengkel yang dilakukan?

Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga

Adalah HAMSASMI, salah seorang pemerhati lingkungan dan masyarakat yang menginisiasi lahirnya bengkel lampu dengan memberdayakan pelatihan kepada masyarakat milenial sehingga dapat memberikan keahlian dalam memperbaiki lampu limbah keluaraga dan industri yang selanjutnya dapat di jual kembali. Kini inisatif HAMSASMI dalam servis lampu bahkan telah berkembang  ke kecamatan-kecamatan di Jakarta timur dan di Bekasi. Semuanya dengan kesungguhan, bahwa apa pun yang dikerjakan dengan ketekunan akan menghasilkan sesuatu yang berguna.

Berawal dari  keprihatinan  melihat banyaknya sampah lampu bekas di Tempat Pembuangan Sampah sekitar lingkungan. Bayangkan, sampah plastik saja sudah sangat merepotkan, karena tak semua bisa terurai ketika ditimbun di dalam tanah. Apalagi ditambah dengan lampu dan pecahan-pecahannya. Semakin tambah semerawut.

Ide HAMSASMI sebagai pemerhati masyarakat dan lingkungan untuk memanfaatkan sampah yang sudah tidak terpakai pun muncul,bersama sahabat-sahabat yang ia punyai, mulailah ia berurusan dengan limbah dan pelatihan kepada masyarkat terutama kalangan muda, sampah-sampah lampu tersebut di perbaiki kembali dan ternyata  hasilnya fantastis. Selain dapat mengurangi tumpukan sampah yang ada lebih hebatnya mampu memberikan kegiatan positif dan menghasilkan rupiah.

Cerita Bang Maulana dan rekan

Ia memilih member jasa pelayanan servis satu tahun lalu, Bang Maulana bersama rekan-rekannya sesama yang mengikuti pelatihan Servce lampu telah membuka bengkel lampu. Dia membeli lampu-lampu yang sudah mati dari limbah keluarga dengan harga  bervariasi dari 500 sampai Rp 2.500 per buah, tergantung merek dan besarnya watt. Meski Bang maulana dan rekan belum mahir dalam menemukan komponen-komponen lampu yang mati atau rusak, toh ia tetap dapat melakukan sesuatu yang memberikan pekerjaan dan penghasilan.

Ya, caranya dengan terus belajar dan belajar menemukan kerusakan komponen, dengan membandingkan modul lampu PLC yang masih hidup atau normal dengan lampu yang ia perbaiki. Ia sering merasa kesulitan. Terkadang, bingung sendiri. Beruntung, dengan bimbingan dari team Teknisi yang di bentuk HAMSASMI semua kebingunan dapat diatasi.

Rata-rata mematok harga untuk perbaikan mesin lampu, mematok harga Rp 5.000, sedangkan untuk pergantian kaca dapat mencapai Rp 8.000 hingga Rp 30.000 tergantung kapasitas dan kekuatan lampu.

Boleh dibilang, keuntungan dari servis dan bisnis lampu cukup menggiurkan dengan modal yang relatif kecil, yakni Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu, sudah bisa membuka usaha ini. Dengan keuntungan antara Rp 50 ribu sampai dengan Rp 150 ribu dalam satu malam. Biasanya membuka lapak dari sore hingga malam hari. Ya, hanya beberapa jam saja atau biasa disebut part time. Belum lagi kalau mau membuka lapak di hari-hari pasaran.

Usaha  tidak selalu bermodal besar dibutuhkan kejelian melihat peluang, dan mengedepankan ketekunan, kepercayaan pelanggan pasti akan terus menguat. Bisa jadi tidak setiap hari konsumen memperbaiki lampu rusaknya. Namun bila sudah percaya, seperti air mengalir rezeki yang akan Anda dapat. Selamat mencoba.

Demikianlah HAMSASMI berkarya dalam membangun bangsa dan negri dengan memberdayakan masyarakat dalam bidang ekonomi kerakyatan sekaligus peduli terhadap lingkungan demi Indonesia lebih baik dan Mandiri.

Bagi yang berminat silahkan ikut bergabung bersama HAMSASMI For DKI 4

Pencarian dari Google:

Leave a Reply