Membentuk Generasi Cerdas Melalui Tes Sidik Jari STIFIn

Setiap manusia  terlahir ke dunia  itu cerdas. Semua orang yang dilahirkan dari rahim ibunya telah memiliki standar kecerdasan yang sama ukurannya dari Allah Sang Maha Pencipta Alam Semesta Raya. Memiliki bekal kecerdasan yang sama pastinya setiap orang memiliki potensi yang sama untuk menjadi cerdas.

Namun pada kenyataannya kenapa setiap orang berbeda kecerdasannya. Ini bisa kita lihat dari nilai raport setiap anak usia belajar mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga ke tinggat tinggi nilainya berbeda-beda. Juga bisa kita lihat pada saat kita berinteraksi antar sesama dari caranya berbicara akan kelihatan kecerdasannya berbeda-beda.

Dalam ilmu psikologi secara umum inilah yang disebut FENOTIP, yakni kondisi terkini pada setiap orang dengan kecerdasan dan segenap perilakunya. Hal ini terjadi dari apa yang terekam dalam diri seseorang dari saat dia kecil mulai dari lingkungan keluarga, berkembang ke lingkungan sekolah, berkembang lagi di lingkungan pergaulan.

Apa yang semua terekam itu baik yang berupa perasaan, pikiran, sentuhan emosional akan mempengaruhi kecerdasan seseorang akan mempengaruhi perilaku seseorang. Jika rekamanya baik maka kelak di kemudian hari dia bisa menjadi baik, jika rekaman kehidupannya buruk bisa mengakibatkan perilakunya di kemudian hari menjadi buruk .

Peran lingkungan akan sangat mempengaruhi karakter dasar seseorang, ini yang mengakibatkan modal dasar kecerdasan seseorang bisa jadi berbeda di masa mendatang. Di sinilah peran orang tua sebenarnya harus bisa memahami pola mendidik anaknya sehingga karakter dasar bisa berkembang sesuai dengan kecerdasan masing-masing. Sesuai dengan sebuah ungkapan ‘Setiap anak itu Cerdas, hanya Cerdas pada kecerdasan masing-masing.

Mendidik Anak Bersama Komunitas Generasi Cerdas Indonesia

Komunitas Generasi Cerdas Indonesia adalah sebuah komunitas dari beragam profesi, dari beragam suku bangsa yang peduli akan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia berasal dari rumah tangga. Bicara tentang pendidikan akan mengacu pada kecerdasan setiap orang.

Di sinilah peran kita bersama dalam komunitas ini untuk membentuk kecerdasan setiap anak sesuai dengan karakter dasarnya masing-masing. Untuk mengetahui karakter dasar setiap anak diperlukan sebuah tools yang saat ini telah banyak digunakan dalam dunia pendidikan dan dunia parenting yakni menggunakan tools tes sidik jari STIFIn. Dari hasil tes ini akan terlihat karakter dasar seseorang, segenap kelebihan dan kekurangannya.

Dari tes sidik jari ini akan terlihat karakter dasar seseorang yang dalam Bahasa STIFIn disebut dengan ‘Mesin Kecerdasan’. Semua orang memiliki otak dengan bagian-bagiannya. Setiap hari semua bagian unsur otak itu bekerja, hanya ada satu bagian yang paling dominan. Yang paling dominan itulah yang disebut ‘Mesin Kecerdasan’. Karakter dasar inilah yang menjadi penentu Kecerdasan seseorang.

Orang yang belahan otak dominannya di belahan kiri bawah disebut SENSING, tipikal orang pekerja keras dengan kerja rutin. Kecerdasannya ada di memori sehingga untuk urusan menghapal bagus, atau di motoriknya sehingga cocok jadi atlet yang mengandalkan kekuatan pisik.

Orang yang belahan otak dominannya di belahan kiri atas disebut THINKING, tipikal pemikir, biasanya pinter secara akademik. Kecerdesannya ada pada intelegensinya sehingga mudah untuk menerima pelajaran, kekurangannya kurang berempati pada orang lain.

Orang yang belahan otak dominannya di belahan kanan atas disebut INTUITING, tipikal orang kreatif, ga mau terbelenggu dengan sesuatu. Kecerdasannya ada pada kreatifitasnya, gampang membuat ide sesuatu, kekurangannya cenderung anti sosial.

Orang yang belahan otak dominannya di belahan kanan bawah di sebut FEELING, tipikal manusia yang mudah berkomunikasi dengan orang lain. Kecerdasannya ada pada komunikasinya, kekurangannya gampang baper.

Orang yang belahan otak dominannya di otak tengah disebut INSTING, tipikal manusia yang cepat bereaksi terhadap sesuatu dan spiritualnya tinggi. Kecerdasannya ada pada nilai spiritualnya, kekurangannya gampang marah cepat lupa sama marahnya.

Bapak Hamsasmi sebagai Pembina Komunitas Generasi Cerdas Indonesia

Komunitas Generasi Cerdas Indonesia saat ini sudah berdiri dengan ratusan orang dengan segenap aktivitas di dalamnya, mulai dari pengambilan tes sidik jari STIFIn, konsultasi mengenai hasil tesnya, serta mengadakan seminar-seminar yang terkait dengannya. Ada seminar pendidikan, seminar parenting, seminar profesi dll yang semuanya berbasis hasil tes sidik jari STIFIn.

Bapak Hamsasmi, S.Pd.I, MM adalah seseorang yang sejak berdirinya hingga sekarang menjadi Pembina Generasi Cerdas Indonesia. Sebagai insan yang peduli akan pendidikan di Indonesia beliau banyak berkiprah dalam hal-hal yang terkait dengan dunia pendidikan. Melalui komunitas ini banyak sekali hal-hal positif yang telah dilakukan baik untuk para pelajar sekolah maupun untuk masyarakat umum.

Saat ini Bapak Hamsasmi didaulat maju untuk menjadi calon legislatif untuk DPRD DKI Jakarta melalui Partai Hanura untuk Dapil 4 (Cakung – Matraman – Pulogadung) dengan nomor urut 6. Banyak hal positif  yang telah dilakukan Bapak Hamsasmi selain dunia pendidikan sehingga jika beliau diamanahkan duduk di kursi legislatif bukan membuat program baru tetapi melanjutkan dan melebarkan kegiatan yang sudah dilakukan.

Khusus untuk Dapil 4 jakarta  di mana Bapak Hamsasmi didaulat maju menjadi anggota DPRD, dibuka ruang yang seluas-luasnya untuk masyarakat yang memerlukan informasi tentang STIFIn, mengajukan inhouse training tentang seminar pendidikan, seminar parenting dll.

Kami tunggu partisipasi Anda untuk sinergi kita bersama.

Leave a Reply