“Dokter Lampu”, Bisnis nya Biasa, Omzet nya Luar Biasa Karya Peduli Bersama SAHABAT HAMSASMI Berkarya

Pebruari 16, 2019  Abdul Haris  Serba Serbi  

HAMSASMI.ID-Di Dunia, ada satu profesi dokter yang justru tak ada hubungannya sama sekali dengan dunia medis atau kesehatan manusia atau mahluk hidup. Namanya “Dokter Lampu”. Tentu dokter yang ini bukan dokter betulan tapi dokter dengan tanda kutip. Karena kerjanya mengobati/mereparasi lampu neon yang rusakatau mati, supaya menyala dan bdapat gunakan kembali.

“Kita kan kan kerjanya mirip dokter, ngobatin lampu ‘sakit’ jadi ‘sehat’,” ujar para SAHABAT HAMSASMI sembari tersenyum menjelaskan perihal asal muasal sebutan “dokter lampu”.

Ngomongin soal lampu, ada dua jenis yang kita kenal. Lampu bohlam (lampu pijar) dan lampu neon (tabung). Bentuk fisik lampu bohlam biasanya bulat seperti buah jeruk atau sejenisnya, dengan jenis warna cahaya yang dihasilkan beragam (seperti lampu hias pada pohon natal). Sementara lampu neon bentuknya lebih bervariasi, ada yang panjang bulat atau seperti spiral atau panajang dan lonjong juga ada.

Lampu neon sendiri ada dua macam. Pertama, yang disebut lampu neon saja. Kedua, lampu TL  (Tubular Lamp) yang bentuknya lebih pendek dari pada lampu neon. Selain itu, lampu neon biasanya tersedia hanya dengan satu warna, yakni putih susu.

Melihat dari cara kerjanya, antara lampu bohlam dan lampu neon pun berbeda. Lampu bohlam menyala karena adanya pijaran cahaya pada filamen,sementara lampu neon karena adanya proses ionisasi gas neon (inert) oleh elektron.

Yang bisa direparasi oleh para SAHABAT HAMSASMI adalah lampu neon,karena lampu bohlam tak bisa dibetulkan karena jika filamennnya sudah putus, tak bisa diganti dan belum ada spare partnya samapi saat ini.

Secara teknis agak sulit dijelaskan bagaimana para SAHABAT HAMSASMI bekerja mereparasi lampu-lampu tersebut. Kami hanya menyilahkan merekam bagaimana cara mengutak-atik sebuah lampu. Mulai dari mengecek ketegangan, memeriksa tabung, mengganti atau mencopot bagian dalam lampu, dan sebagainya.

SAHABAT HAMSASMI  mengungkapkan awalnya bergabung hanya coba-coba untuk terjun di bisnis ini dengan bimbingan para teknisi lampu yang di inisiasi oleh HAMSAMI.
Sebelum berprofesi menjadi para “Dokter lampu”, banyak dari Sahabat HAMSASMI menjadi tukang Jahit Vermak levis, jualan kaki lima dll. Rupanya lampu neon bekas ini cukup diminati
warga setempat. karena selain harganya murah, dia juga tahan lama.

Setelah bergabung dan dilihat dari hari ke hari, ternyata dari penjualan lampu neon bekas yang di dapat fee yang cukup lumayan. Akhirnya banyak dari masyarakat yang memberanikan bergabung dalam pelatihan service lampu ini dan langsung terjun di bisnis penjualan lampu neon bekas ini.

Banyak dari SAHABAT HAMSASMI yang menjalankan usaha sambil menjalankan usaha jahitnya dan lainnya, juga membuka kios penjualan lampu neon bekas yang menggunakan tempat didepan rumah atau di tempat-tempat pinggir jalan dengan membuka lapak kecil.

Sebenarnya peluang ini dapat bekerjasama dengan para pengepul dan pabrik-pabrik yang berada di sekitar Jakarta, Bogor, Tanggerang dan Bekasi (Jabotabek) lampu-lampu bekas dalam kondisi mati dengan berbagai kerusakan dapat di beli dengan harga murah dalam jumlah banyak. Ini adalah peluang dalam menhasilkan rupiah sekaligus dapat embuka lapangan pekrjaan bagi masyarakat untuk dapat memeiliki penghasilan tetap.

Demikian kepedulian HAMSASMI terhadap ekonomi kerakyatan dangan membaca peluang dan menjadikan sebuah kesempatan bagi masyarakat.

Karena berkeadilan dalam Ekonomi harus di mulai dari Masyarakat itu sendiri dengan Kemandirian. Indonesia Mandiri dalam Ekonomi “Bagitu kata Bang HAMSASMI”

Leave a Reply